03.03.09
Manajemen waktu untukku
Beberapa hari terakhir ini saya masih juga berangkat sekolah dengan “tergopoh-gopoh”…Tapi ada sedikit perbaikan dari sebelumnya. Walau “tergopoh-gopoh”, alhamdulillaah, saya tidak terlambat masuk. Yah paling tidak, saya masih lebih dahulu masuk daripada guru. Walaupun jam masuk sudah lewat beberapa menit, tapi beberapa kali guru belum datang. Jadi, saya beruntung. Saya seolah keliatan tidak terlambat di mata guru..hehe. Dibanding sebelumnya, saya malah sering terlambat masuk. Kalau ada guru yang memang disiplin, langsung deh saya menuai komentar dan sindiran…
Sebenarnya, berjalan “tergopoh-gopoh” seperti itu, dengan suara “gedebag-gedebug” mengiringi perjalanan, sepatu beradu cepat di permukaan tanah, kalau sedang memakai rok panjang, bunyi rok seperti bunyi..apa ya..ya “gedebag-gedebug” juga, menambah ramainya suasana…rasanya sangatlah tidak menyenangkan abgi saya. Kalau dulu, pernah saya merasa seperti orang penting kalau jalan cepat seperti itu. Seperti dokter – dokter di rumah sakit, yang berjalan cepat menuju ruang bedah, atau ruang ICU, karena ada pasien yang kondisinya gawat dan harus segera mendapat pertolongan. Rasanya seperti orang penting yang sedang dibutuhkan.
Tapi akhir – akhir ini rasanya begitu berbeda. Justru rasanya terbalik. Saya-lah yang sedang membutuhkan keajaiban.Keajaiban agar tidak nampak terlambat di mata guru. Sehingga nampak seperti murid yang baik…
Sebenarnya saya sendiri juga kurang suka melihat orang lain berjalan “tergopoh-gopoh” seperti itu. Rasanya “kemrungsung” apa ya kata dalam Bahasa Indonesia-nya…Serba terburu-buru…Seolah debu-debu beterbangan di belakang kita, atau kalau digambarkan dengan animasi, tampak ada asap tebal di belakang kita sepanjang perjalanan…
Saya menyadari dan mengakui, bahwa ini semua sering terjadi pada saya karena manajemen waktu saya yang kurang tertata baik. Baca entri selengkapnya »