06.30.09

Ada baiknya ada buruknya…

Ditulis dalam Catatan hari ini..., Sebagai pendamping suami tagged , , , , pada 6:44 pm oleh danisharun

Bermesraan di muka umum, buat saya perlu juga. Saya ingin memanfaatkan waktu bersama suami sebaik mungkin, seoptimal mungkin, karena waktu kebersamaan kami terbatas, beberapa jam hingga beberapa hari setiap dua pekan sekali…Apalagi tebersit niat ingin “pamer” bahwa cewek muslimah bisa bermesraan jika sudah menikah dengan suaminya…”Pacaran” setelah menikah itu lebih enjoy, aman, nyaman, membahagiakan…Bahkan dapat pahala.
Itulah yang saya lakukan, kami lakukan setiap bepergian juga…Berboncengan sepeda motor, sambil memeluk dari belakang, rasanya damai. Tidak peduli lingkungan sekitar yang melihat…Kami ini kan pasangan sah..sudah menikah…Jika berjalan bergandengan tangan, dan jika duduk bersebelahan di kendaraan umum (bis), saya sandarkan kepala saya di bahu suami, lalu tidur dengan nyaman, atau malah tidur dengan kepala rebah di pangkuan suami ketika naik travel… Rasanya indah sekali pernikahan ini…Tapi…akhir-akhir ini… Baca entri selengkapnya »

04.29.09

Komunikasi

Ditulis dalam Catatan hari ini..., Sebagai pendamping suami tagged , , , , pada 2:45 pm oleh danisharun

Siang yang terasa panas, di dalam kamar bersama anakku tercinta… Jagoan kecilku itu sedang tertidur pulas. Seharian ini ia bermain dan bercanda dengan ayahnya…yang baru saja pulang dari perantauan tempatnya bekerja. Syukur alhamdulillaah, anakku yang baru berumur 18 bulan ini tak pernah “pangling” pada ayahnya, meski bertemu hanya dua pekan sekali. Sejak bayi, sejak ia mulai memasuki tahap “takut” pada orang asing, ia tetap bisa lengket pada ayahnya, jika mereka saling bertemu. Mudah-mudahan akan tetap demikian, sampai kelak kematian memisahkan kami, kami sekeluarga tetap bisa menjalin keakraban, kasih sayang yang kuat, komunikasi yang seimbang, keluarga yang bahagia dunia akhirat, walau menjalani “long distance family” seperti ini. Hanya Allooh saja tempat kami memohon… Baca entri selengkapnya »

02.16.09

Sedang belajar menjadi istri yang baik…

Ditulis dalam Sebagai pendamping suami tagged , , , pada 10:48 pm oleh danisharun

Bisa dibilang, keluargaku adalah keluarga yang tidak biasa. Ayah, Ibu, dan anak masing – masing tinggal di tempat yang berbeda – beda. Bukanlah cita – cita atau keinginan untuk memiliki keluarga model seperti ini. Tapi Alloh jua yang menentukan. Dan sebisa mungkin, kami terus belajar, learning by doing dalam mengatasi masalah – masalah yang timbul karena jarak yang berjauhan dan komunikasi yang tentunya juga ikut terpengaruh….
Sabtu kemarin, biasanya saya sudah berada di rumah, berkumpul, bermain, bercanda dengan anak saya. Bahagianya…terasa damai…Tapi dituntut tanggung jawab menyelesaikan tugas laporan, saya berangkat ke lokasi magang terlebih dahulu, sendiri. Perjalanan cukup lama. Sambil menunggu tiba di tempat tujuan, mengisi waktu di dalm kendaraan umum, saya membaca sebuah buku menarik bagi saya berjudul Buku Pintar Istri Cerdas, karya Muhammad Utsman Khusyah, disadur dari Al Mar’ah Al Mitsaaliyyah fi A’yun Ar Rijaal terbitan Hikmah, Muharram 1427 atau Februari 2006. Baca entri selengkapnya »

02.03.09

Surat cinta untukmu

Ditulis dalam Sebagai pendamping suami tagged , , pada 11:13 pm oleh danisharun

Yth kakangmas nun jauh di sana
Entah kapan akan sampai surat ini terbaca olehmu, kekasihku…
Sudah dua pekan kita berpisah untuk sementara. InsyaAlloh Kamis atau Jumat kita berjumpa lagi. Akan segera mencair hati yang hampir beku karena rindu yang menggebu.
Dalam heningnya malam dan sepinya hari tanpamu, doaku mengalir agar engkau sehat selamat selalu dalam naungan Ridlo-Nya. Baca entri selengkapnya »

01.27.09

Ketika suami jauh . . .

Ditulis dalam Sebagai pendamping suami tagged , , pada 11:39 pm oleh danisharun

jauh. . .

jauh. . .

Baru saja, mulai sore tadi sepertinya saya diuji oleh Allooh. Kemarin suami saya berjanji akan menelpon saya sekitar jam 3. Tapi tak kunjung juga HP saya berbunyi. Sambil menunggu, saya kirim SMS ke teman – teman untuk sekedar menanyakan kabar. Tapi sampai berjam – jam kemudian, tetap saja suami saya tak menelepon. Mulai pikiran buruk berkecamuk.
Baca entri selengkapnya »

01.26.09

Long distance family

Ditulis dalam Sebagai pendamping suami tagged , pada 8:37 pm oleh danisharun

Menjalani “long distance family” sudah menjadi konsekuensi ketika aku memutuskan menikah dengna suamiku, waktu dua tahun lalu. Kami bekerja berbeda tempat, berbeda bidang, berbeda sistem, dan banyak lagi perbedaan lainnya.

Entah apa ini namanya…egois, atau manja, atau kesepian, kurang percaya, atau takut kehilangan, atau apa… Yang jelas harus setiap hari aku mendengar suaranya, mengetahui kabarnya, mendengarkan ceritanya (walaupun lebih banyak aku yang bercerita)..Bahkan inginnya berkali – kali dalam satu hari….Wah, benar – benar berdampak pada alokasi anggaran untuk pulsa. Seperti kecanduan…

Terlebih saat sendiri, jauh juga dari anak, seperti sekarang ini. Sangat terasa. Walaupun ada kesempatan pergi berjalan – jalan keluar, ada banyak buku yang bisa dibaca (banyak pinjam buku, tapi jarang dibaca), banyak teman jika mau rajin berkunjung… Tapi tetap terasa “sepi”. Entah mengapa terasa jauh lebih sepi daripada saat masih bekerja secara normal lima kali sepekan. (Sudah hampir empat bulan, aku kuliah lagi, di – tugas belajar – kan). Padahal saat dulu itu, aku juga sering sendiri, pulang bekerja, menonton televisi sampai pagi (aku sengaja menyalakannya terus untuk mengusir takut saat sendiri di malam hari). Atau mungkin pengaruh televisi juga yang mampu “menemani” aku…Sekarang di kos, hanya laptop dan internet yang menemani aku, termasuk menulis blog, mencurahkan perasaan, mengungkapkan isi hati… Atau mungkin aku belum beradaptasi dengan kondisi baru ini… Saat sibuk sekali dikejar deadline mengumpulkan tugas, atau belajar semalam suntuk karena akan ujian, tak terlalu terasa sepi juga.

Aku ingin selalu mempersiapkan apa pun yang terbaik yang bisa aku lakukan saat suamiku pulang. Entah menyiapkan makanan kesukaan (snack/camilan), minuman hangat favoritnya, apa pun yang ia sukai…

Rencananya saat pulang satu pekan lagi ke depan, kami akan menginap di hotel yang sedikit mewah. Sekali – kali untuk hiburan, liburan, bulan madu…Tapi kemarin ia memberitahuku akan berencana mengikuti tes untuk mendapatkan sertifikat kerja. Dan tes tersebut akan berlangsung tiga hari saat liburan. Itu artinya, waktu kebersamaan kami sekeluarga akan berkurang pekan depan. Mungkin kami bertemu dan bersama hanya tiga hari, tidak lima hari seperti biasanya…Dan tiga hari yang sempit akan kami habiskan bersama anak di rumah orang tuaku.(anakku kutitipkan di rumah orang tuaku sejak lahir, karena aku, kami belum mapan secara tempat tinggal)

Jika memang demi kebaikan bersama, untuk masa depan, untuk karir suamiku, aku rela dan ikhlas, meski ada sedikit sedih..(berarti ya belum ikhlas).

Bagaimana dengan Anda, teman-teman, yang menjalani long distance family seperti aku ini? Apakah merasakan hal yang sama seperti aku? Lalu apa yang dilakukan?

Aku masih menunggu SMS atau telpon dari suamiku….waktu berjalan amat lamaaaa….