25 Februari 2010

Anakku Belajar Berbicara

Ditulis dalam Cahaya mataku, Tips tagged , , , , , pada 11:45 am oleh danisharun

Danis umurnya 2 tahun 3 bulan, sudah 27 bulan. Ada kekawatiran sedkit mengganggu. Bicaranya belum lancar juga. Pengalaman dan pengetahuanku tidak banyak mengenai hal ini. Tapi ada beberapa hal yang membuat saya masih tenang dan terus berusaha, antara lain :

1. Javi, laki2, anaknya adikku, umurnya selisih satu pekan dengan Danis, keadaannya sama, belum lancar bicara.Padahal Danis dan Javi beda tempat lingkungan dan cara mendidik/mengajari (Danis tinggal di keluarga orangtuaku, Javi di tempat mbah dari bapaknya Javi). Kesimpulanku : tempat, lingkungan dan cara mendidik/mengajari ada pengaruhnya, tapi tergantung juga pada karakter dan perkembangan anak itu sendiri.

2. Banyak cerita dari teman-teman/saudara atau saya baca-baca (pasti pembaca juga sudah tahu/pernah) bahwa perkembangan anak-anak dalam hal motorik, bahasa dsb berbeda-beda, ada yg cepat dalam satu hal/keahlian tapi lambat di hal/bidang lain. Kebetulan memang Danis perkembangan motoriknya baik kasar maupun halus sangat cepat. Termasuk sudah sejak berbulan-bulan yang lalu, Danis sudah bisa mengenal dan membedakan warna merah,biru,kuning,hijau dan bentuk-bentuk seperti lingkaran,segitiga,persegi…

3. Saya perhatikan dan saya pikirkan mengenai hal lain (mungkin saja saya salah dalam menyimpulkan yang berikut ini)
a. Anak saya memang sejak kecil diajari 2 bahasa : indonesia dan bahasa jawa kromo inggil. Pertimbangannya, bahasa jawa kromo inggil sudah hampir “punah” di kalangan generasi muda, termasuk saya sendiri sebagai orangtua juga tidak bisa lancar berbahasa tersebut. Bahasa jawa ngoko kemungkinan nanti akan cepat terserap karena pergaulan dengan teman-teman secara otomatis.
Selain itu, anak saya sering saya setel-kan tayangan video “baby brain” yg beberapa di antaranya berbahasa Inggris dan Amerika latin….
Kemungkinan saya duga ada dampaknya juga pada tahap cara dia belajar perkembangan bahasanya…menjadi lebih lambat, karena seperti komputer atau memori yang lain…banyak data/hal yang harus masuk
tapi sebenarnya seperti yang saya baca-baca, daya serap anak kecil (batita) sangat tinggi, seperti spons….maka saya duga lagi…anak saya sedang banyak sekali menyerap, tapi untuk mengeluarkannya/mempraktekkannya/”loading”-nya butuh tahap-tahap dan waktu…
Ada juga anak teman saya yang diajari kromo inggil, tahap bicaranya lambat
b. Anak saya memang jarang bergaul/bermain dengan teman sebaya, kecuali Javi kalau kebetulan Javi sedang main ke rumah….kebetulan juga anak2 sebaya Danis di sekitar rumah jarang. Ini mungkin menjadi kelemahan dan kekurangan kami juga dalam mendidik…tapi ada beberapa alasan mengapa demikian :
pertama karena ibu saya (pengasuh Danis kalau saya sedang tidak ada di rumah), sudah tua dan juga sangat sibuk mengurus rumah dan kegiatan sosial (kami sengaja juga tidak pakai pembantu karena beberapa alasan), waktu untuk menemani atau mengajak Danis keluar bermain dengan teman tetangga sangat sedikit. Seringkali ibu saya sudah punya waktu, anak-anak itu tidak ada yang keluar bermain. Sementara itu keluarga kami tidak terbiasa “ngendong” atau main berjam-jam di tetangga, kecuali untuk keadaan yang perlu-perlu saja. Atau ketika anak-anak itu keluar, Danis saatnya tidur (dibiasakan tidur sehari bisa 11 jam, termasuk tidur pagi (antara 9 – 12)/tidur siang) Sehingga dengan demikian waktunya sering tidak pas.
Adapun Javi, lingkungannya lebih bebas, bergaul dengan banyak anak termasuk anak-anak dari keluarga mbah sangat banyak….
Ada yang mengatakan, memang pergaulan juga perlu dan kemungkinan dapat mempercepat perkembangan bahasa/komunikasi…Kalau memperhatikan Javi….ada sedikit kelebihan Javi dalam kosakata
Jadi saya duga ini salah satu dampak juga dari pergaulan sosial

4. Danis tidak terganggu pendengarannya atau penglihatannya dan dapat “menangkap” banyak hal.
Selain itu, ketika kami coba menjawab kuesioner dari program posyandu mengenai tes gangguan seperti autis, dsb….Danis tidak termasuk dalam kategori yang mengalami gangguan tsb…(tapi ini baru perkiraan dan keyakinan kami saja, belum pernah ada pemeriksaan dokter/psikolog dsb)

Berdasarkan keadaan tersebut, akhir-akhir ini saya dan keluarga banyak berusaha sebagai berikut :

1. Banyak berdoa

2. Mulai saya kurangi dulu ajaran bahasa kromo inggilnya, dan mencoba menyebut satu obyek dengan satu bahasa, selain itu saya perlu memperhatikan cara bicara saya sendiri dan mencoba menyamakan bahasa dengan seluruh keluarga di lingkungan sekitar Danis….yang pastinya/kemungkinan besar cara bicara kita sehari-hari meski bukan dengan Danis, akan diserap juga oleh Danis tanpa kita semua sadari
Dan ketika Danis sudah mulai bisa mengucap kalimat-kalimat, saya mulai tahap bahasa berikutnya

3. Saya agak selektif menyetel tayangan video…(sejak Danis bayi dulu saya mencoba menayangkan video untuk mengalihkan Danis dari menonton tv, meski prakteknya susah juga, tapi kita berusaha)
Akhir-akhir ini video dengan bahasa selain Indonesia, saya kurangi dulu “jam tayangnya”. Demikian pula sebaliknya, video dg bahasa2 isyarat/yg lebih banyak gerak dan suara/bahasa sedikit, saya kurangi juga.
saya sering setelkan video gambar-gambar menarik dan Bahasa Indonesia sedang….terutama yang menyebut nama-nama obyek/hal

4. Seperti saran dari mertua, setiap saya mengajarkan suatu kata pada Danis, saya tatap matanya/berusaha kontak mata dan mengucapkan kata tersebut dengan artikulasi jelas berulang-ulang, disertai dorongan agar Danis mau menirukannya
Saya ajak Danis ngobrol, bertanya lalu mendorongnya menjawab. Biarlah jika jadinya untuk saat ini saya seperti orang gila, tanya jawab sendiri, “ngoceh-ngoceh” dan ngomong sendiri, tapi kan di depan dan dilihat Danis, saya sedang mencoba ngobrol dengan Danis
Dan juga memberi kesempatan Danis berbicara. Setiap Danis mengucapkan sesuatu walau sederhana/singkat saya mendengarkannya sambil melakukan kontak mata…seolah memahaminya/mengangguk-angguk misalnya. Maksud saya merespon kata-katanya (meski sebenarnya saya tidak mengerti/memahami apa arti atau maksudnya)

5. Jika Danis menginginkan sesuatu, saya dorong ia menyebut namanya…misal dengan menanyakan dulu : apa, yg mana, mau apa?…lalu menunjuk benda-benda atau beberapa benda sambil menyebut namanya..dan jika sudah tepat benda yang dimaksud, saya ulang-ulang terus namanya…tidak hanya benda termasuk kata-kata kerja

6. Saya mencoba banyak/sering menyanyi meski suara jelek…menyanyi sambil menunjuk benda sesuai nyanyian, misal hujan dengan lagu “tik tik bunyi hujan…” , kereta api…dll…bahkan kalau perlu mengarang lagu sendiri meski aneh kedengarannya. Selain itu, saya juga memperdengarkan lagu-lagu anak ringan dan sederhana

7. Membacakan cerita/dongeng terutama dengan buku yang banyak gambarnya dan kertasnya tebal (mencegah disobek), lalu mendorongnya berbicara. Seolah-olah saya sedang diskusi dengan Danis tentang isi cerita.

8. Untuk mengatasi pergaulan, saya siasati antara lain dengan :
a. Sekalian saya ajak ikut mengaji ibu-ibu di desa, saya ajak dengan membawa bermacam-macam “bekal” (utk mencegah/mengurangi kebosanannya sehingga Danis bisa “bertahan” hingga acara selesai)
b. Saya ajak Danis ke TPQ sore hari, tempat anak-anak yang jauh lebih besar dari Danis belajar membaca Iqro’, yah meski jelas Danis belum bisa, saya berharap Danis dapat “menyerap” sesuatu positif dari “suasana sosial” disana
c. Kebetulan ibu mertua saya guru TK, maka jika sedang libur/main ke rumah mertua, saya ajak Danis “bersekolah”….meski cuma duduk bermain kotak-kotak atau balok-balok berwarna milik TK, dan hanya di sudut ruangan, hanya beberapa jam tidak sampai selesainya sekolah….Lalu ketika bu guru Tk mengajar menyanyi, saya dorong Danis ikut bertepuk tangan dan berdiri “seolah menyanyi”
d. Setiap saya pulang dari rantau, saya ajak Danis ke tempat-tempat ramai seperti pasar pagi, tempat permainan, renang, sambil banyak bicara/mengomentari keadaan, menyapa orang dsb…dengan sebelumnya sering mendorongnya bersalaman dulu dengan orang lain yang ditemuinya dan tentunya kami kenal atau menyapa kami

9. Kami sering menyetel murottal anak-anak yg bergambar menarik atau yang ada gambar anak-anak sebayanya
10. Mengajaknya menirukan bacaan surat seperti Al Ikhlas
11. Mencoba selalu menghindari beberapa makanan utk dikonsumsi Danis.Misalnya makanan seperti fastfood, snack kemasan, termasuk sosis ..Dan lebih banyak memberikan sayur buah dan agar-agar untuk memenuhi kebutuhan serat
12. Selalu berusaha banyak membaca dan “searching” mengenai hal-hal baru terutama perkembangan anak ini
13. “Sharing” dan diskusi dengan ibu-ibu yang lain terutama yang memiliki permasalahan sama
14. Mencoba selalu berpikir positif

Entah karena usaha kami yang memang ada pengaruhnya, atau memang SUDAH WAKTU-nya Danis “mempraktekkan” ilmu serapannya, yang telah disimpannya, diolah dan dianalisisnya sendiri tanpa dia sadari sejak lama…….ada beberapa/sedikit hal berbeda dalam perkembangan bicara atau bahasanya dalam waktu-waktu ini….
1. Kalau minta susu, danis dapat berkata “Su Su” dengan jelas sampai memonyongkan mulutnya sedemikian rupa…tidak melalui tahap berkata “Cu Cu” dulu…padahal sebelumnya dia menyebut susu adalah “vab” (jauh beda kan antara diajarinnya ngomong “susu” malah bilang “vab”?)
selain itu sudah ada tambahan kosakata baru yg lain
2. Setiap ada tayangan video atau tv (kalau liat tv) danis meniru-nirukannya, mengikuti terus, bersuara dengan “bahasa”nya sendiri, tapi seringkali ada konsonan dan vokal yg sama dengan suara yg ditirukannya
tadinya. Sebelumnya, jika melihat video/tv, Danis hanya diam dan sesekali saja menyebut dengan satu atau dua suara untuk hal yg dilihatnya di video/tv
Demikian pula jika ada adzan dan murottal, ditirukannya terus, seringkali terdengar seperti menggumam/bersenandung, karena adzan dan murottal ada intonasi atau nada suaranya.

Ataukah ini proses/cara penyerapan Danis tahap yg selanjutnya….
masih kami tunggu perkembangan berikutnya

Kami juga tetap mempersiapkan diri utk keadaan selanjutnya
Jika Danis dalam waktu hingga tiga tahun belum dapat lancar berbicara juga…kami akan coba konsultasikan pada ahli….

Mungkin memang butuh waktu ..mungkin saja jika diibaratkan grafik…di awal rendah ketika berikutnya akan terus naik dan naik bahkan mungkin lebih baik lagi

waAlloohu a’lam bishshowab

berikut ini beberapa situs di internet, mungkin ada yang sudah pernah baca

Kebiasaan Sederhana agar Si KEcil Lancar Berbicara

Anak 6 tahun Hiperaktif Belum Lancara
Tip Lancar Bicara
Tahukah Anda Kalau Kalimat Positif Lebih Mudah Dicerna dan Powerful
Membantu Balita Lancar Bicara
Gangguan Keterlambatan Bicara pada Anak
Pedoman Praktis Melatih Bayi dan Anak Berbicara
Mengajari Anak Berbicara
Kemampuan Bicara dan Bahasa Anak Anda

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.