08.05.09

Belajar investigasi KLB keracunan pangan

Ditulis dalam Belajar, Catatan hari ini... tagged , , , , pada 11:40 pm oleh danisharun

Kejadian Luar Biasa (KLB) keracunan pangan adalah suatu kejadian dua orang atau lebih menderita sakit dengan gejala yang sama atau hampir sama setelah mengkonsumsi pangan, dan berdasarkan analisis epidemiologi, pangan tersebut terbukti sebagai sumber penularan. Penyelidikan KLB keracunan pangan adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan secara sistematis terhadap KLB keracunan pangan untuk mengungkap penyebab, sumber dan cara pencemaran serta distribusi KLB menurut variabel orang, tempat dan waktu.(Badan POM RI, 2005)
Keracunan pangan atau istilah lainnya yaitu intoksikasi makanan termasuk dalam penyakit akibat makanan, adalah penyakit yang didapat karena mengkonsumsi makanan yang tercemar.(WHO,2000) Penyakit ini amat beragam gejala klinisnya dan masa inkubasinya, tergantung jenis makanan penyebabnya. Salah satu gejala klinis yang sering timbul berupa diare.
Beberapa faktor yang menjadi penyebab timbulnya penyakit diare yaitu kontaminasi kuman pada makanan atau minuman yang tercemar tinja, faktor penjamu (host) dan faktor lingkungan. (Depkes RI, 2007) Gejala diare juga timbul karena kontaminasi makanan oleh senyawa biologis tertentu, atau kadang-kadang juga timbul pada keracunan karena senyawa kimia tertentu.
Keracunan pangan dapat disebabkan oleh jamur atau toksin jamur, senyawa kimia, bakteri, toksin bakteri, toksin tanaman, toksin hewan ataupun senyawa bakteri atau hewan. (Badan POM RI, 2005)
Penyakit akibat makanan lebih sering disebabkan oleh :
a. Toksin yang dihasilkan oleh bakteri yang berkembang biak dalam makanan sebelum dikonsumsi (Clostridium botulinum, Staphylococcus aureus, Bacillus cereus), atau peningkatan kadar histamine bukan toksin yang spesifik, dan dapat pula toksin yang terbentuk dalam usus seperti Clostridium perfringens)
b. Infeksi bakteri, virus atau parasit (brucellosis, Campylobacter enteritis, diare yang disebabkan oleh Escherichia coli, hepatitis A, listeriosis, salmonellosis, shigellosis, toksoplasmosis, gastroenteritis oleh virus, taenisasis, trichinosis, dan vibrio)
c. Toksin yang dihasilkan oleh spesies algae yang berbahaya (keracunan ikan ciguatera, keracunan kerang yang mengakibatkan paralitik, keracunan kerang yang menyebabkan neurotoksik, keracunan kerang yang menyebabkan diare dan amnesia) atau racun yang ada pada spesies ikan tertentu seperti pada ikan buntal).
(WHO, 2000)

Perjalanan Alamiah dan Patofisiologi
KLB penyakit akibat makanan diidentifikasi dengan munculnya sejumlah penderita yang biasanya terjadi dalam waktu pendek dengan periode waktu yang sangat bervariasi (beberapa jam sampai beberapa minggu) setelah mengkonsumsi makanan bersam-sama. Kasus tunggal penyakit akibat makanan sulit diidentifikasi (kecuali pada kasus botulisme, karena adanya sindrom gejala klinis yang khas). Penyakit akibat makanan merupakan salah satu penyebab kesakitan akut yang paling sering ditemukan, banyak kasus dan KLB yang tidak diketahui dan tidak dilaporkan.(WHO, 2000)
Keracunan pangan akibat mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi senyawa kimia, umumnya memiliki masa inkubasi yang cepat hanya dalam beberapa menit, diikuti oleh keracunan akibat jamur, kemudian toksin, dan yang masa inkubasi hingga satuan minggu keracunan akibat terkontaminasi bakteri (Badan POM RI, 2005)
Gejala dan tanda-tanda yang muncul pertama atau dominan akan dapat menunjukkan penyebab keracunan, atau membantu dalam mencari penyebabnya. Gejala dominan atau pertama kali muncul pada saluran pencernaan atas (mual/muntah) dengan waktu inkubasi biasanya kurang dari satu jam kemungkinan terbesar menunjukkan keracunan akibat toksin fungi dan senyawa kimia, sedangkan jika masa inkubasi antara satu sampai 6 jam mungkin diakibatkan toksin bakteri, masa inkubasi lebih dari 12 jam kemungkinan disebabkan oleh bakteri. Jika gejala dominan pada saluran pencernaan bawah yang ditandai dengan kejang perut dan atau diare dengan masa inkubasi 7 jam hingga beberapa hari, umumnya disebabkan oleh bakteri atau toksin bakteri. Keracunan senyawa kimia akan menunjukkan gejala khas berupa gangguan syaraf, seperti pusing, lemah, berkeringat, sianosis, gangguan penglihatan, gatal, lumpuh, rasa terbakar, nyeri otot, mati rasa. Gejala dominan tanda-tanda infeksi umum seperti demam, menggigil, lemah, dan atau nyeri dengan masa inkubasi lebih dari 72 jam bisa juga disebabkan oleh bakteri atau virus (seperti hepatitis). Tanda-tanda alergi seperti merah pada wajah dan atau gatal bisa disebabkan karena senyawa bakteri, hewan beracun, atau senyawa kimia. (Badan POM RI, 2005)

Epidemiologi Keracunan pangan
Keracunan pangan merupakan penyakit yang dapat menyerang siapa pun, terutama akan menimbulkan kesakitan yang lebih besar dan lama pada orang-orang yang status kekebalan tubuhnya rendah dan atau status gizi kurang baik.
Keracunan pangan sering dikaitkan dengan pengelolaan atau penyimpanan makanan yang tidak atau kurang higienis. Faktor perilaku merupakan hal yang berperan penting dalam berbagai kasus. Selain itu, factor lingkungan dengan kondisi sanitasi yang tidak memadai atau kurang memenuhi syarat kesehatan juga berpengaruh dengan berbagai kejadian keracunan pangan.
Penetapan diagnosis kasus
1. Menyusun distribusi frekuensi gejala klinisnya
Cara menghitung distribusi frekuensi :
a. Membuat daftar gejala
b. Menghitung persen kasus yang mempunyai gejala
c. Menyusun ke bawah sesuai frekuensinya
2. Mencocokkan gejala / tanda penyakit yang terjadi pada individu dengan gejala yang ada di teori atau buku (Communicable disieses manual dan buku Mekanisme dan Prosedur Tetap Penyelidikan dan Penanggulangan Kejadian Luar Biasa Keracunan Pangan di Indonesia)

Sekilas laporan hasil penyidikan KLB di tempat magang…..
Referensi:

Badan Pengawas Obat dan Makanan DepKes RI, 2005. Mekanisme dan Prosedur Tetap (Protap) Penyelidikan dan Penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) Keracunan Pangan di Indonesia, Jakarta : Depkes RI

Chin, James, 2000. Manual Pemberantasan Penyakit Menular . Terjemahan : Dr. I Nyoman Kandun, MPH, Edisi 17, WHO.

Tinggalkan sebuah Komentar