06.25.09

Anakku…ayo sholat…

Ditulis dalam Cahaya mataku tagged , , pada 3:00 pm oleh danisharun

“Perintahkan anak melakukan sholat, apabila telah mencapai usia tujuh tahun. Kalau sudah berumur sepuluh tahun, sedangkan anak itu tidak melaksanakan perintah maka pukullah dia.” Sabda Rosul
(dalam Kumpulan Khutbah Jum’ah 1 tahun – Asy Syaikh Abdurrahiem bin Muhammad bin Ismail – penerjemah Ahmad Sunarto – penerbit Amanah Surabaya)

Membiasakan anak saya untuk mulai mengenal sholat, melihat orang tuanya atau keluarganya melaksanakan sholat, mendekatkannya saat keluarganya ada yang sholat,….adalah upaya-upaya yang sedang kami laksanakan…
Meski usianya belum ada dua tahun, baru bisa berjalan dan berlari, belum dapat berbicara…tapi sedari dini kami coba “mendekatkannya” dengan sholat. Salah satunya, setiap selesai mendengar adzan, baik dari televisi maupun dari lingkungan, saya mencoba segera menggendongnya atau mengangkatnya, membimbingnya mengikuti saya , mulai dari berwudlu di kamar mandi, menggelar sajadah, hingga sholat selesai dan berdoa. Saat ini umumnya saya lihat, kalau ada orang dewasa sedang sholat, anak-anak kecil dijauhkan sambil berkata “jangan menganggu..”
Setelah saya membaca kisah Rosul malah pernah menggendong anak kecil ketika sholat…saya berupaya dapat pula melakukannya, tapi dengan segala keterbatasan saya dan suami, yang hanya manusia biasa penuh kelemahan, tak seperti Rosul, yang tentunya tingkat konsentrasinya ketika sholat sangat tinggi..
Ketika saya berwudlu, anak saya memang nampak hanya ingin tahu dan tertarik pada air yang mengalir dari selang, mungkin tertarik ingin bermain air…
Ketika saya menggelar sajadah, awalnya dia ikut “merapikan” sajadah meski akhirnya justru tak rapi..
Ketika saya mulai sholat sambil mengucap “Alloohu akbar” dengan sedikit mengeraskan suara agar dia tertarik…ketika saya melakukan gerakan-gerakan sholat..ketika saya sujud…anak saya memegangi kepala saya..ketika saya…dan seterusnya…hingga saya selesai sholat, dan mengucapkan “Assalaamu’alaykum warohmatulooh wa barokaatuh” sambil menoleh, sepertinya anak saya tahu sholat sudah berakhir…ia tersenyum saat saya menoleh..saya mengajaknya bersalaman, ia pun meraih tangan saya lalu mendekatknnya ke hidungnya…lalu saya raih ia kepangkuan saya, saya atur kedua tangannya agar telapaknya tengadah, mengadap ke atas, posisi berdoa, lalu saya bacakan Al Fatihah, diikuti doa untuk kedua orangtua dan diakhiri doa “Robbana attinaa fiddunya khasanah” dan seterusnya hingga “amiin” seraya mengusapkan kedua tangan mungilnya ke wajahnya..
Rasanya lucu sekaligus senang, saat melihat anak saya mengangkat kedua tangannya ketika ada yang mengucapkan “Alloohu akbar”, atau secara otomatis mengusap wajahnya dengan kedua tangannya ketika ada yang berkata “amiin”..
Ini hanyalah usaha kami, sekali lagi manusia biasa yang penuh kelemahan, apalagi saya, ibu yang penuh kekurangan, tidak bisa selalu berada di dekatnya, mengajaknya sholat setiap saat sholat tiba…
Mudah-mudahan Allooh meridloi apa yang kami usahakan, dan menjadikan anak kami kelak orang yang mencintai sholat, bahkan bisa mencintai Allooh melebihi cintanya terhadap apapun di dunia ini, termasuk kedua orangtuanya ini…amiin

Tinggalkan sebuah Komentar